SOSIALISASI MPLS RAMAH 2026

Senin, 13 Juli 2026

Sosialisasi MPLS diawali dengan sambutan ibu kepalasekolah, Any Setijowati, S.Pd. Dilanjutkan dengan pemaparan informasi dari Waka Bidang Kesiswaan Bu Rany Alviana tentang MPLS ramah dan program sekolah secara umum. Murid laki-laki berada di masjid bawah bersama orang tua dan murid perempuan berada di masjid atas juga bersama orang tua masing-masing. Sosialisasi ini juga dihadiri olehkomite sekolah Antara lain P. Nanang sebagai Ketua Komite, beserta anggotanya yaitu Bu Tri, dan Bu Ratih. Sosialisasi dimulai pukul 07.20 (WIB) dan berakhir 09.20 (WIB).

Dalam sosialisasi ini, Ibu Kepala sekolah menghimbau orang tua agar percaya kepada sekolah saat jam sekolah dan tentu saja membutuhkan kolaborasi antara pihak orang tua dan sekolah. Adapun sebagai rasa syukur karena diterima di sekolah,  harus ada wujudnya yaitu mau mendukung dan menyukseskan seluruh program sekolah yang muaranya adalah memberikan pengalaman bermakna kepada murid. Namun, sekolah berkomitmen akan memberikan layanan terbaik dan tidak akan memberatkan orang tua.

Orang tua juga diminta persetujuan dan komitmen untuk membantu membiasakan anaknya  sholat berjamaah, karena selama ini tidaklah mudah untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan murid. Sekolah juga sudah mempunyai banyak fasilitas yang sudah mumpuni. Antara lain, dengan adanya CCTV yang diadakan untuk memastikan murid nyaman di kelas dan terbebas dari tindak bullying.

Prinsip pendidikan adalah sinergi antara orang’ tua dan masyarakat. Untuk sekarang ini gadget sangat memengaruhi kepribadian murid. Jadi, orang tua dihimbau untuk waspadadan selalu memeriksa Hp putra-putrinya. Sekolah juga memastikan bahwa orang tua merelakan dan mengiklankan bila HP murid juga tak luput dari razia, selain  kelengkapan dan penampilan seragam mereka.

NILAI MERAH DI SUDUT MEJA

NILAI MERAH DI SUDUT MEJA

Sebelum akhirnya aku tahu bahwa diriku lebih dari sekadar angka.

Dulu, matematika adalah pelajaran yang paling kutakuti.

Setiap angka di papan tulis terasa asing. Semakin keras aku mencoba memahami, semakin jauh rasanya aku tertinggal.

Dan setiap kali hasil ulangan dibagikan, aku hanya menunggu satu hal: nilai merah di sudut meja.

Aku pernah berpikir bahwa anak pintar hanyalah mereka yang bisa menghitung cepat.

Sedangkan aku?

Aku hanya anak yang selalu bingung melihat angka.

Pelan-pelan aku mulai takut bertanya.

Takut dipanggil ke depan kelas.

Takut terlihat bodoh.

Sekolah terasa melelahkan.

Yang paling menyakitkan ternyata bukan nilai jelek.

Melainkan perasaan ketika mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Aku merasa tidak cukup.

Tidak sepintar mereka.

Tidak layak dibanggakan.

Dan tanpa sadar, aku mulai mengukur diriku dari angka di lembar ujian.

Sampai suatu hari aku sadar, mungkin aku memang tidak tumbuh lewat angka.

Aku lebih nyaman dengan kata-kata.

Aku senang membaca.

Aku menikmati menulis diam-diam di halaman belakang buku.

Di sana, aku merasa menjadi diriku sendiri.

Waktu berjalan. Dan aku mulai memahami satu hal:

tidak semua anak diciptakan untuk hebat di tempat yang sama.

Ada yang bersinar lewat hitungan.

Ada yang tumbuh lewat cerita.

Dan tidak apa-apa.

Hari ini, aku berdiri di depan kelas sebagai guru bahasa.

Kadang aku masih mengingat anak kecil yang dulu begitu takut pada matematika. Anak yang pernah merasa gagal hanya karena tidak pandai menghitung.

Padahal ternyata, dirinya jauh lebih besar daripada angka di sudut meja.

Sekarang aku percaya, pendidikan seharusnya tidak membuat anak merasa kecil.

Karena setiap murid punya caranya sendiri untuk tumbuh.

Dan kadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukan tekanan untuk menjadi sempurna

melainkan seseorang yang melihat lebih dari sekadar nilai di kertas ujian.

FLS3N 2026 : SMPN 19 Jadi Panggung Penampilan Bakat Siswa SMP Se-Malang Raya

Kota Malang kembali menegaskan eksistensinya sebagai barometer pendidikan dan kreativitas di Jawa Timur. Tepat pada tanggal 29 April 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang resmi menggelar perhelatan bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat kota. Bertempat di SMP Negeri 19 Malang, acara ini menjadi magnet bagi ratusan talenta muda berbakat dari berbagai penjuru kota.

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Ruang Tumbuh Karakter
FLS3N bukan sekadar agenda tahunan di atas kertas. Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dalam memupuk potensi, bakat, dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan budaya. Di tengah gempuran era digital, ajang ini hadir sebagai penyeimbang untuk memperkuat karakter generasi muda melalui aktivitas yang edukatif dan kompetitif.

Melalui panggung FLS3N, para siswa didorong untuk:

  1. Mengekspresikan diri secara positif dan percaya diri.
  2. Mengasah sensitivitas estetika terhadap nilai-nilai budaya lokal dan nasional.
  3. Membangun sportivitas dalam atmosfer kompetisi yang sehat.

Ragam Cabang Lomba yang Memukau
Tahun ini, FLS3N menyuguhkan berbagai cabang lomba yang dirancang untuk mengakomodasi keberagaman spektrum seni. Setiap sudut SMP Negeri 19 Malang dipenuhi dengan energi kreatif dari para peserta yang bertanding di kategori:

  1. Seni Suara: Menyanyi Solo.
  2. Seni Visual & Sastra: Ilustrasi, Mendongeng, dan Menulis Cerita.
  3. Seni Pertunjukan: Pantomim dan Ansambel Musik.
  4. Seni Tradisi: Kreasi Musik Tradisi dan Kreasi Tari Tradisi.

Setiap cabang lomba ini bukan hanya menguji teknis, tetapi juga menantang peserta untuk berpikir inovatif dalam membawakan karya yang autentik.


Pesan Kadisdikbud: Profesionalitas dan Keberlanjutan
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa FLS3N adalah bagian dari perjalanan panjang seorang pemenang.

“Ajang ini bukan sekadar adu bakat sesaat. Ini adalah proses pengembangan talenta yang berkelanjutan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Saya juga berpesan kepada para juri agar menjalankan tugas dengan profesionalitas tinggi demi menjaga kualitas kompetisi ini,” tegas Suwarjana.

Apresiasi tinggi juga datang dari para pengunjung dan pemerhati pendidikan. Sinergi antara Dinas Pendidikan dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya Kota Malang dinilai sangat sukses. Pengemasan acara yang rapi, tepat waktu, dan atmosfer yang suportif menunjukkan kelas Kota Malang dalam menyelenggarakan event skala besar.


SMPN 19 Malang: Tuan Rumah yang Hangat dan Semarak
Sebagai pusat pelaksanaan, SMP Negeri 19 Malang berhasil menciptakan ekosistem berkesenian yang kental. Kepala SMPN 19 Malang, Any Setijowati, S.Pd, tampak hadir memberikan dukungan penuh bagi seluruh peserta, khususnya bagi para pemenang yang telah memberikan performa terbaik mereka.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Dukungan maksimal kami berikan agar iklim berkesenian di sekolah ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ujar Any Setijowati.

Dengan berakhirnya FLS3N 2026 tingkat kota ini, diharapkan tunas-tunas seniman dari Kota Malang mampu berbicara banyak di tingkat provinsi hingga nasional. Malang telah membuktikan bahwa seni adalah bahasa universal untuk membentuk generasi yang cerdas secara emosional dan berbudaya. (Afx)

sumber : https://gomalang.id/fls3n-2026-malang-smpn-19-jadi-panggung-bakat-siswa/

Kepala SMPN 19 Malang Sambut Baik Giat Sambang dan Silaturahmi Kapolsek Klojen

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Malang Any Setijowati S,Pd. menyambut baik sekaligus mengapresiasi kunjungan Kapolsek Klojen Kompol Moch.Budiarto dan Bhabinkamtibmas Kel.Kasin Aiptu Danang ke SMP Negeri 19 Malang Senin, (27/4/2026). “Harapannya kunjungan seperti ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk kerjasama dan dukungan dalam pendidikan di sekolah melalui pembinaan dan motivasi,” ujarnya kepada wartawan Malang Inspirasi. Wanita yang akrab dipanggil bu Any ini juga berharap agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman serta kondusif di SMPN 19 Malang. “Melalui sambang dan silaturahmi ini, kami harapkan  murid mematuhi tata tertib yang berlaku baik di sekolah maupun di masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Infografis kunjungan Kapolsek Klojen ke SMPN 19 Malang, Senin 27 April 2026

Kunjungan rutin ini merupakan bagian dari instruksi Kapolresta Malang Kota untuk  memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan. Selain itu, silaturahmi ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Kunjungan Kapolsek Klojen ini juga membahas pentingnya kerja sama sekolah dan aparat keamanan untuk mendukung proses pendidikan berkualitas. Kompol Budiarto berharap sekolah menjadi benteng moral serta karakter kuat untuk para siswa di era digital yang serba modern saat ini. Dengan pendekatan edukatif dan humanis, Polsek Klojen terus berkomitmen hadir di tengah generasi muda untuk membangun sinergi positif antara keamanan, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa.

Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/berita-utama/24979/kepsek-smpn-19-malang-sambut-baik-giat-sambang-dan-silaturahmi-kapolsek-klojen/