NILAI MERAH DI SUDUT MEJA

NILAI MERAH DI SUDUT MEJA
Sebelum akhirnya aku tahu bahwa diriku lebih dari sekadar angka.
Dulu, matematika adalah pelajaran yang paling kutakuti.
Setiap angka di papan tulis terasa asing. Semakin keras aku mencoba memahami, semakin jauh rasanya aku tertinggal.
Dan setiap kali hasil ulangan dibagikan, aku hanya menunggu satu hal: nilai merah di sudut meja.
Aku pernah berpikir bahwa anak pintar hanyalah mereka yang bisa menghitung cepat.
Sedangkan aku?
Aku hanya anak yang selalu bingung melihat angka.
Pelan-pelan aku mulai takut bertanya.
Takut dipanggil ke depan kelas.
Takut terlihat bodoh.
Sekolah terasa melelahkan.
Yang paling menyakitkan ternyata bukan nilai jelek.
Melainkan perasaan ketika mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Aku merasa tidak cukup.
Tidak sepintar mereka.
Tidak layak dibanggakan.
Dan tanpa sadar, aku mulai mengukur diriku dari angka di lembar ujian.
Sampai suatu hari aku sadar, mungkin aku memang tidak tumbuh lewat angka.
Aku lebih nyaman dengan kata-kata.
Aku senang membaca.
Aku menikmati menulis diam-diam di halaman belakang buku.
Di sana, aku merasa menjadi diriku sendiri.
Waktu berjalan. Dan aku mulai memahami satu hal:
tidak semua anak diciptakan untuk hebat di tempat yang sama.
Ada yang bersinar lewat hitungan.
Ada yang tumbuh lewat cerita.
Dan tidak apa-apa.
Hari ini, aku berdiri di depan kelas sebagai guru bahasa.
Kadang aku masih mengingat anak kecil yang dulu begitu takut pada matematika. Anak yang pernah merasa gagal hanya karena tidak pandai menghitung.
Padahal ternyata, dirinya jauh lebih besar daripada angka di sudut meja.
Sekarang aku percaya, pendidikan seharusnya tidak membuat anak merasa kecil.
Karena setiap murid punya caranya sendiri untuk tumbuh.
Dan kadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukan tekanan untuk menjadi sempurna
melainkan seseorang yang melihat lebih dari sekadar nilai di kertas ujian.
FLS3N 2026 : SMPN 19 Jadi Panggung Penampilan Bakat Siswa SMP Se-Malang Raya
Kota Malang kembali menegaskan eksistensinya sebagai barometer pendidikan dan kreativitas di Jawa Timur. Tepat pada tanggal 29 April 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang resmi menggelar perhelatan bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat kota. Bertempat di SMP Negeri 19 Malang, acara ini menjadi magnet bagi ratusan talenta muda berbakat dari berbagai penjuru kota.

Lebih dari Sekadar Kompetisi: Ruang Tumbuh Karakter
FLS3N bukan sekadar agenda tahunan di atas kertas. Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dalam memupuk potensi, bakat, dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan budaya. Di tengah gempuran era digital, ajang ini hadir sebagai penyeimbang untuk memperkuat karakter generasi muda melalui aktivitas yang edukatif dan kompetitif.
Melalui panggung FLS3N, para siswa didorong untuk:
- Mengekspresikan diri secara positif dan percaya diri.
- Mengasah sensitivitas estetika terhadap nilai-nilai budaya lokal dan nasional.
- Membangun sportivitas dalam atmosfer kompetisi yang sehat.
Ragam Cabang Lomba yang Memukau
Tahun ini, FLS3N menyuguhkan berbagai cabang lomba yang dirancang untuk mengakomodasi keberagaman spektrum seni. Setiap sudut SMP Negeri 19 Malang dipenuhi dengan energi kreatif dari para peserta yang bertanding di kategori:
- Seni Suara: Menyanyi Solo.
- Seni Visual & Sastra: Ilustrasi, Mendongeng, dan Menulis Cerita.
- Seni Pertunjukan: Pantomim dan Ansambel Musik.
- Seni Tradisi: Kreasi Musik Tradisi dan Kreasi Tari Tradisi.
Setiap cabang lomba ini bukan hanya menguji teknis, tetapi juga menantang peserta untuk berpikir inovatif dalam membawakan karya yang autentik.

Pesan Kadisdikbud: Profesionalitas dan Keberlanjutan
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa FLS3N adalah bagian dari perjalanan panjang seorang pemenang.
“Ajang ini bukan sekadar adu bakat sesaat. Ini adalah proses pengembangan talenta yang berkelanjutan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Saya juga berpesan kepada para juri agar menjalankan tugas dengan profesionalitas tinggi demi menjaga kualitas kompetisi ini,” tegas Suwarjana.
Apresiasi tinggi juga datang dari para pengunjung dan pemerhati pendidikan. Sinergi antara Dinas Pendidikan dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya Kota Malang dinilai sangat sukses. Pengemasan acara yang rapi, tepat waktu, dan atmosfer yang suportif menunjukkan kelas Kota Malang dalam menyelenggarakan event skala besar.

SMPN 19 Malang: Tuan Rumah yang Hangat dan Semarak
Sebagai pusat pelaksanaan, SMP Negeri 19 Malang berhasil menciptakan ekosistem berkesenian yang kental. Kepala SMPN 19 Malang, Any Setijowati, S.Pd, tampak hadir memberikan dukungan penuh bagi seluruh peserta, khususnya bagi para pemenang yang telah memberikan performa terbaik mereka.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Dukungan maksimal kami berikan agar iklim berkesenian di sekolah ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ujar Any Setijowati.
Dengan berakhirnya FLS3N 2026 tingkat kota ini, diharapkan tunas-tunas seniman dari Kota Malang mampu berbicara banyak di tingkat provinsi hingga nasional. Malang telah membuktikan bahwa seni adalah bahasa universal untuk membentuk generasi yang cerdas secara emosional dan berbudaya. (Afx)
sumber : https://gomalang.id/fls3n-2026-malang-smpn-19-jadi-panggung-bakat-siswa/
Kepala SMPN 19 Malang Sambut Baik Giat Sambang dan Silaturahmi Kapolsek Klojen
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Malang Any Setijowati S,Pd. menyambut baik sekaligus mengapresiasi kunjungan Kapolsek Klojen Kompol Moch.Budiarto dan Bhabinkamtibmas Kel.Kasin Aiptu Danang ke SMP Negeri 19 Malang Senin, (27/4/2026). “Harapannya kunjungan seperti ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk kerjasama dan dukungan dalam pendidikan di sekolah melalui pembinaan dan motivasi,” ujarnya kepada wartawan Malang Inspirasi. Wanita yang akrab dipanggil bu Any ini juga berharap agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman serta kondusif di SMPN 19 Malang. “Melalui sambang dan silaturahmi ini, kami harapkan murid mematuhi tata tertib yang berlaku baik di sekolah maupun di masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kunjungan rutin ini merupakan bagian dari instruksi Kapolresta Malang Kota untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan. Selain itu, silaturahmi ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Kunjungan Kapolsek Klojen ini juga membahas pentingnya kerja sama sekolah dan aparat keamanan untuk mendukung proses pendidikan berkualitas. Kompol Budiarto berharap sekolah menjadi benteng moral serta karakter kuat untuk para siswa di era digital yang serba modern saat ini. Dengan pendekatan edukatif dan humanis, Polsek Klojen terus berkomitmen hadir di tengah generasi muda untuk membangun sinergi positif antara keamanan, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa.
Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/berita-utama/24979/kepsek-smpn-19-malang-sambut-baik-giat-sambang-dan-silaturahmi-kapolsek-klojen/
161 Siswa Kelas 9 SMPN 19 Malang Sukses Jalani TKA Hari Pertama
Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Malang berlangsung lancar dan tanpa kendala apapun. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti oleh 161 siswa kelas 9 dengan suasana yang sangat kondusif.
Kepala Sekolah SMPN 19 Malang Any Setijowati S.Pd menyatakan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Malang Any Setijowati S.Pd saat memberikan pengarahan kepada siswa kelas 9 sebelum pelaksanaan TKA (Istimewa) “Alhamdulillah, kegiatan TKA hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala,” jelasnya kepada wartawan Malang Inspirasi.

Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyukseskan kegiatan ini. Persiapan tersebut antara lain menginstruksikan siswa untuk datang lebih awal, menyiapkan sarana dan prasarana berupa komputer, laptop, kamera, headset, serta menyiapkan berkas administrasi seperti daftar hadir peserta dan kartu login. “Para siswa datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Mereka juga mematuhi semua aturan yang ada, sehingga suasana tes sangat kondusif dan tertib,” tambahnya.

Dari 161 siswa yang mengikuti TKA hari pertama di SMP yang terletak di Jl. Belitung No. 1, Kec. Klojen itu tidak dilaporkan adanya kendala teknis maupun non-teknis selama pelaksanaan tes. Sementara itu, untuk hari kedua TKA yang akan digelar besok, yakni Selasa, 7 April 2026, fokus utama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Any mengarahkan siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih soal-soal Bahasa Indonesia. “Tidak ada perbedaan signifikan dalam persiapan maupun tantangan antara hari pertama dengan hari kedua. Kami hanya mengingatkan siswa untuk tetap fokus dan tenang saat mengerjakan tes besok,” jelasnya. Hasil dari TKA ini nantinya akan dimanfaatkan sekolah untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang. “Dengan demikian, kualitas pendidikan di SMP Negeri 19 Malang dapat terus meningkat,” pungkasnya.
Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/pendidikan/24262/161-siswa-kelas-9-smpn-19-malang-sukses-jalani-tka-hari-pertama/
Songolas Berbagi Takjil

Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan “Songolas Berbagi Takjil” yang dilaksanakan oleh OSIS dan BDI SMPN 19 Malang pada sore hari kemarin.
Sejak pagi hari, para siswa sudah mulai berkumpul di sekolah untuk menata dan menyiapkan paket-paket takjil. Takjil yang dibagikan merupakan hasil partisipasi dari seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Satu per satu paket disusun dengan rapi sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah ini.
Menjelang waktu berbuka puasa, para siswa kemudian menuju area sekitar RSI Malang, yang masih berada dalam satu kompleks dengan SMPN 19 Malang. Di lokasi tersebut, mereka membagikan paket takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas. Ada sekitar 1.300 pcs paket takjil yang dibagikan.
Dengan penuh semangat dan senyum ramah, para siswa menyapa masyarakat sambil menyerahkan takjil sebagai teman berbuka puasa. Banyak pengendara yang tampak terkejut sekaligus senang menerima paket takjil tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para siswa.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Melalui kegiatan berbagi, para siswa belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak kebaikan kepada sesama.
“Songolas Berbagi Takjil” diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di SMPN 19 Malang. Dengan semangat kebersamaan seluruh warga sekolah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa berbagi kebaikan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. (Rum.)
Pondok Ramadhan 1447 H
Bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer berbeda dalam perjalanankehidupan kita. Tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum emas untuk mempertebal spiritualitas. Kali ini, Badan Dakwah Islam SMP Negeri 19Malang kembali menggelar kegiatan tahunan yang paling dinanti: Pondok Ramadan Tahun 2026/1447 H.. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanandan ketaqwaan kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan dan masa-masa yang akan datang. Murid dibekali dengan nilai moral yang nyata mencakup pengetahuan(kognitif), penyikapan (Afektif) dan pengamalan (Psykomotorik), sehingga mampumengantarkan mereka menjadi warga negara yang baik, berintegritas, dan memilikiloyalitas nasional .
Pondok Ramadan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 23 hingga25 Februari 2026 yang terbagi dari dua kegiatan berbeda, yaitu Ramadhan pagi dansore secara bergiliran. Ramadhan pagi diikuti oleh dua jenjang angkatan kelas dengankegiatan membahas dan mempelajari buku panduan Ramadhan sampai tibanya waktusholat Dhuhur berjamaah. Ramadhan sore diikuti oleh satu jenjang angkatan kelasmulai setelah Sholat Asar, tadarus Al-Qur;an dan bersholawat hingga sholat Tarawihberjamaah, Ramadhan sore diawali oleh kelas 9 dan diakhiri oleh kelas 7 di hari ketiga.
Kegiatan Pondok Ramadan ini terlaksana dengan baik berkat dukungan danbantuan dari seluruh warga sekolah termasuk pihak komite dan paguyuban kelas. Bahkan untuk acara kegiatan buka bersama di kelas, seluruhnya diserahkan kepadaperwakilan orang tua tersebut. Komite sekaligus wakil paguyuban kelas 9 Dewi Ratihmengungkapkan, akan selalu memberi dukungan positif terhadap kegiatan sekolah, apalagi yang berhubungan dengan pembentukkan karakter murid. “Alhamdulillah walimurid gercep untuk saling mendukung penyelenggaraan Pondok Ramadan ini, padahalsebelumnya adalah libur awal Ramadan dan kita hanya berkomunikasi secara virtual,” ujarnya.
Kali ini ada yang berbeda. Buku Panduan Pondok Ramadan yang tersusun rapidan bermakna berasal dari Tim MGMP PAI, sehingga serentak seluruh SMP di Kota Malang menggunakan buku panduan yang sama. Isinya cukup beragam, mempelajariAl-Qur’an, sholat, dan puasa dari sisi yang berbeda dan kekinian. Disadur denganBahasa yang mengena, sesuai, dan mudah dipahami oleh murid yang notabene gen Z .Adapun tema berikutnya yaitu menjadi versi terbaik diri dan mengendalikan toxic dalamdiri yang menarik untuk dibahas mengingat pengaruh media social yang membutuhkanfilter dari banjirnya informasi baik positif maupun negative. Seluruh murid denganantusias mengikuti pelaksanaan Pondok Ramadan tahun ini. Kegiatan berjalan denganaman dan tertib walaupun sempat diguyur hujan di awal pelaksanaan.
Lebih dari sekadar rutinitas, Pondok Ramadan adalah wadah refleksi diri. Melaluirasa lapar dan haus, kita diajarkan untuk lebih bersyukur atas nikmat Allah danmenumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang kurang beruntung. Kegiatan inidiharapkan mampu membentuk murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapijuga memiliki ketangguhan iman dalam menghadapi tantangan zaman. PondokRamadan mungkin hanya berlangsung beberapa hari, namun semangatnya harus tetapmenyala sepanjang tahun. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadipribadi dengan versi terbaik agar dapat menjalani hidup yang lebih tenang dan bahagiasesuai petunjuk dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.


























