Kepala SMPN 19 Malang Sambut Baik Giat Sambang dan Silaturahmi Kapolsek Klojen

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Malang Any Setijowati S,Pd. menyambut baik sekaligus mengapresiasi kunjungan Kapolsek Klojen Kompol Moch.Budiarto dan Bhabinkamtibmas Kel.Kasin Aiptu Danang kepada Senin, (27/4/2026). “Harapannya kunjungan seperti ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk kerjasama dan dukungan dalam pendidikan di sekolah melalui pembinaan dan motivasi,” ujarnya kepada wartawan Malang Inspirasi. Wanita yang akrab dipanggil bu Any ini juga berharap agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman serta kondusif di SMPN 19 Malang. “Melalui sambang dan silaturahmi ini, kami harapkan  murid mematuhi tata tertib yang berlaku baik di sekolah maupun di masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Infografis kunjungan Kapolsek Klojen ke SMPN 19 Malang, Senin 27 April 2026

Kunjungan rutin ini merupakan bagian dari instruksi Kapolresta Malang Kota untuk  memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan. Selain itu, silaturahmi ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Kunjungan Kapolsek Klojen ini juga membahas pentingnya kerja sama sekolah dan aparat keamanan untuk mendukung proses pendidikan berkualitas. Kompol Budiarto berharap sekolah menjadi benteng moral serta karakter kuat untuk para siswa di era digital yang serba modern saat ini. Dengan pendekatan edukatif dan humanis, Polsek Klojen terus berkomitmen hadir di tengah generasi muda untuk membangun sinergi positif antara keamanan, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa.

Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/berita-utama/24979/kepsek-smpn-19-malang-sambut-baik-giat-sambang-dan-silaturahmi-kapolsek-klojen/

161 Siswa Kelas 9 SMPN 19 Malang Sukses Jalani TKA Hari Pertama

Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Malang berlangsung lancar dan tanpa kendala apapun. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti oleh 161 siswa kelas 9 dengan suasana yang sangat kondusif.

Kepala Sekolah SMPN 19 Malang Any Setijowati S.Pd  menyatakan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Malang Any Setijowati S.Pd saat memberikan pengarahan kepada siswa kelas 9 sebelum pelaksanaan TKA (Istimewa) “Alhamdulillah, kegiatan TKA hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala,” jelasnya kepada wartawan Malang Inspirasi.

Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyukseskan kegiatan ini. Persiapan tersebut antara lain menginstruksikan siswa untuk datang lebih awal, menyiapkan sarana dan prasarana berupa komputer, laptop, kamera, headset, serta menyiapkan berkas administrasi seperti daftar hadir peserta dan kartu login. “Para siswa datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Mereka juga mematuhi semua aturan yang ada, sehingga suasana tes sangat kondusif dan tertib,” tambahnya.

Dari 161 siswa yang mengikuti TKA hari pertama di SMP yang terletak di Jl. Belitung No. 1, Kec. Klojen itu tidak dilaporkan adanya kendala teknis maupun non-teknis selama pelaksanaan tes. Sementara itu, untuk hari kedua TKA yang akan digelar besok, yakni Selasa, 7 April 2026, fokus utama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Any mengarahkan siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih soal-soal Bahasa Indonesia. “Tidak ada perbedaan signifikan dalam persiapan maupun tantangan antara hari pertama dengan hari kedua. Kami hanya mengingatkan siswa untuk tetap fokus dan tenang saat mengerjakan tes besok,” jelasnya. Hasil dari TKA ini nantinya akan dimanfaatkan sekolah untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang. “Dengan demikian,  kualitas pendidikan di SMP Negeri 19 Malang dapat terus meningkat,” pungkasnya.


Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/pendidikan/24262/161-siswa-kelas-9-smpn-19-malang-sukses-jalani-tka-hari-pertama/

Songolas Berbagi Takjil

Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan “Songolas Berbagi Takjil” yang dilaksanakan oleh OSIS dan BDI SMPN 19 Malang pada sore hari kemarin.

Sejak pagi hari, para siswa sudah mulai berkumpul di sekolah untuk menata dan menyiapkan paket-paket takjil. Takjil yang dibagikan merupakan hasil partisipasi dari seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Satu per satu paket disusun dengan rapi sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Menjelang waktu berbuka puasa, para siswa kemudian menuju area sekitar RSI Malang, yang masih berada dalam satu kompleks dengan SMPN 19 Malang. Di lokasi tersebut, mereka membagikan paket takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas. Ada sekitar 1.300 pcs paket takjil yang dibagikan.

Dengan penuh semangat dan senyum ramah, para siswa menyapa masyarakat sambil menyerahkan takjil sebagai teman berbuka puasa. Banyak pengendara yang tampak terkejut sekaligus senang menerima paket takjil tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para siswa.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Melalui kegiatan berbagi, para siswa belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak kebaikan kepada sesama.

“Songolas Berbagi Takjil” diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di SMPN 19 Malang. Dengan semangat kebersamaan seluruh warga sekolah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa berbagi kebaikan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. (Rum.)

Pondok Ramadhan 1447 H

Bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer berbeda dalam perjalanankehidupan kita. Tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum emas untuk mempertebal spiritualitas. Kali ini, Badan Dakwah Islam SMP Negeri 19Malang kembali menggelar kegiatan tahunan yang paling dinanti: Pondok Ramadan Tahun 2026/1447 H.. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanandan ketaqwaan kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan dan masa-masa yang akan datang. Murid dibekali dengan nilai moral yang nyata mencakup pengetahuan(kognitif), penyikapan (Afektif) dan pengamalan (Psykomotorik), sehingga mampumengantarkan mereka menjadi warga negara yang baik, berintegritas, dan memilikiloyalitas  nasional .

​Pondok Ramadan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 23 hingga25 Februari 2026 yang terbagi dari dua kegiatan berbeda, yaitu Ramadhan pagi dansore secara bergiliran. Ramadhan pagi diikuti oleh dua jenjang angkatan kelas dengankegiatan membahas dan mempelajari buku panduan Ramadhan sampai tibanya waktusholat Dhuhur berjamaah. Ramadhan sore diikuti oleh satu jenjang angkatan kelasmulai setelah Sholat Asar, tadarus Al-Qur;an dan bersholawat hingga sholat Tarawihberjamaah, Ramadhan sore diawali oleh kelas 9 dan diakhiri oleh kelas 7 di hari ketiga.  

Kegiatan Pondok Ramadan ini terlaksana dengan baik berkat dukungan danbantuan dari seluruh warga sekolah termasuk pihak komite dan paguyuban kelas. Bahkan untuk acara kegiatan buka bersama di kelas, seluruhnya diserahkan kepadaperwakilan orang tua tersebut. Komite sekaligus wakil paguyuban kelas 9 Dewi Ratihmengungkapkan, akan selalu memberi dukungan positif terhadap kegiatan sekolah, apalagi yang berhubungan dengan pembentukkan karakter murid. “Alhamdulillah walimurid gercep untuk saling mendukung penyelenggaraan Pondok Ramadan ini, padahalsebelumnya adalah libur awal Ramadan dan kita hanya berkomunikasi secara virtual,” ujarnya. 

Kali ini ada yang berbeda. Buku Panduan Pondok Ramadan yang tersusun rapidan bermakna berasal dari Tim MGMP PAI, sehingga serentak seluruh SMP di Kota Malang menggunakan buku panduan yang sama. Isinya cukup beragam, mempelajariAl-Qur’an, sholat, dan puasa dari sisi yang berbeda dan kekinian. Disadur denganBahasa yang mengena, sesuai, dan mudah dipahami oleh murid yang notabene gen Z .Adapun tema berikutnya yaitu menjadi versi terbaik diri dan mengendalikan toxic dalamdiri yang menarik untuk dibahas mengingat pengaruh media social yang  membutuhkanfilter dari banjirnya informasi baik positif maupun negative. Seluruh murid denganantusias mengikuti pelaksanaan Pondok Ramadan tahun ini. Kegiatan berjalan denganaman dan tertib walaupun sempat diguyur hujan di awal pelaksanaan.

Lebih dari sekadar rutinitas, Pondok Ramadan adalah wadah refleksi diri. Melaluirasa lapar dan haus, kita diajarkan untuk lebih bersyukur atas nikmat Allah danmenumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang kurang beruntung. Kegiatan inidiharapkan mampu membentuk murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapijuga memiliki ketangguhan iman dalam menghadapi tantangan zaman. PondokRamadan mungkin hanya berlangsung beberapa hari, namun semangatnya harus tetapmenyala sepanjang tahun. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadipribadi dengan versi terbaik agar dapat menjalani hidup yang lebih tenang dan bahagiasesuai petunjuk dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

SAHABAT Eco Enzyme : Sisa Alam Hasilkan Bahan Ajaib Tanpa Sampah

Sungai seringkali menjadi muara akhir dari limbahdomestik yang menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem. Sebuah solusi sederhananamun bertenaga muncul dari dapur kita: Eco Enzyme.Cairan fermentasi limbah organik ini kini menjadi senjata utama komunitas peduli lingkungan dalam upaya pemulihan air sungai secara alami. Eco-enzyme kaya akan enzim amilase, protease, danlipase yang bekerja menguraikan polutan organik di air. Selain itu, cairan ini melepaskan gas Ozon (O3) yang mampu meningkatkan kadar oksigenterlarut (DO) dalam air, sehingga membantu kehidupan akuatik bernapas kembali.

Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 19 Malang juga turut memberikan kontribusi untuk menjaga lingkungan sekitar yang secara geografis berdekatandengan Sungai Andalas. Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini juga tak luput dari kegiatan yang berbudaya lingkungan dengan pembuatan eco enzyme saat program kokurikuler Bulan Oktober 2025 lalu. Aksi nyata ini membuktikan bahwa penyelamatan lingkungan tidakselalu membutuhkan teknologi mahal. Dengan memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran yang difermentasi selama 90 hari, setiap individu dapat berkontribusi langsung untuk melestarikan lingkungan. Eco enzyme adalah cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik dapur (kulit buah/sayur), gula, dan air yang bermanfaat sebagai pembersih rumah tangga alami (pel, cuci piring), pupuk organik tanaman, pengusir serangga, pemurni udara, serta pembunuh bakteri, sehingga membantu mengurangi sampah organik dan polusi lingkungan . Kali ini SMP Negeri 19 Malang melakukan aksi nyata dalam memanfaatkan eco enzyme untuk ditebarkan di Sungai Andalas dalam kegiatan yang bertema “Healing The River with Eco Enzime a green initiative by SMPN 19 Malang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan Maret sebagai Peringatan Hari Air sedunia.

Satu liter eco-enzyme mampu memberikan dampakpada ribuan liter air sungai dengan menetralisasi bau busuk yang berasal dari Gas amonia dan sulfur secara cepat

Penebaran eco-enzyme bukan sekadar ritual simbolis, melainkan langkah teknis dengan dampak nyata. Selain itu manfaat yang didapat adalah Penjernihan Air. Bakteri pengurai dalam eco-enzyme membantu mengendapkan sedimen dan menjernihkan air yang keruh. Manfaat berikutnya adalah Restorasi Ekosistem. Dengan air yang lebih bersih, mikroorganisme baik dan ikan lokal memiliki kesempatan untuk berkembang biak kembali. Kegiatan berbudaya lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan warga sekitar. Murid kela 7 dan 8 yang tergabung dalam Kader Lingkungan menjadi ujung tombak untuk pelaksanaan kegiatan ini. Koordinator Adiwiyata, Hartutik Nurul menyatakan bahwa kegiatanbisa dilaksanakan secara berkala. “Kami memiliki eco enzim yang melimpah, jadi bisa dilaksanakan sesuai ketentuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai” ujarnya. 

Menebar eco-enzyme di sungai adalah bentuk gotongroyong ekologis. Ini adalah pengingat bahwa apa yang berasal dari alam harus kembali ke alam dalam bentuk yang bermanfaat, bukan sebagai beban limbah.

Larangan Berdandan Berlebihan di Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan institusi formal yang didesain untuk mengasah intelektualitas dan karakter. Belakangan, diskursus mengenai batasan bersolek atau berdandan bagi siswa kembali mencuat. Kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan kosmetik berlebihan bukan semata-mata aturan kaku, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjaga marwah pendidikan.

Berikut adalah beberapa alasan fundamental mengapa sekolah menerapkan larangan berdandan bagi para siswa:

1. Menjaga Fokus Utama pada Pembelajaran

Tujuan utama siswa datang ke sekolah adalah untuk menuntut ilmu. Penggunaan riasan yang berlebihan dikhawatirkan dapat mendistorsi fokus siswa. Alih-alih berkonsentrasi pada materi pelajaran, perhatian siswa berisiko teralihkan pada upaya mempertahankan penampilan fisik sepanjang hari. Dengan tampilan yang natural, energi siswa dapat tercurah sepenuhnya pada aktivitas akademik dan eksplorasi minat bakat.

2. Sekolah Bukan Panggung Fashion Show

Sekolah harus dipandang sebagai ruang publik yang profesional dan akademis, bukan panggung peragaan busana (fashion show). Estetika di sekolah diatur sedemikian rupa melalui seragam untuk menciptakan atmosfer yang seragam dan kondusif bagi semua kalangan. Penggunaan riasan mencolok hanya akan mengaburkan batas antara ruang bermain, ruang pesta, dan ruang belajar.

3. Prioritaskan Attitude dan Prestasi di Atas Fisik

SMP Negeri 19 Malang menanamkan nilai bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh polesan wajah, melainkan oleh perilaku (attitude) dan capaian prestasi. Dengan membatasi penggunaan make-up, siswa didorong untuk lebih percaya diri dengan kemampuan intelektual dan kebaikan budi pekerti mereka, sehingga tercipta fondasi mental yang kuat dalam menghadapi masa depan.

4. Membentuk Kedisiplinan Sejak Dini

Kepatuhan terhadap tata tertib berpakaian dan berdandan adalah latihan nyata dalam membentuk kepribadian yang disiplin. Mengikuti standar estetika sekolah melatih siswa untuk menghargai aturan dan memahami konteks tempat mereka berada. Kedisiplinan ini merupakan aset berharga yang akan sangat berguna saat mereka memasuki dunia kerja profesional nantinya.

5. Menciptakan Kesetaraan dan Gaya Hidup Sederhana

Salah satu misi besar sekolah adalah menghapus sekat sosial-ekonomi. Larangan berdandan mendukung penerapan gaya hidup sederhana dan kesetaraan. Tanpa tuntutan untuk tampil dengan produk kecantikan tertentu, tidak akan ada kompetisi penampilan yang memicu rasa rendah diri bagi siswa dari keluarga sederhana. Mengenakan pakaian rapi sewajarnya mencerminkan martabat seorang pelajar yang rendah hati.

6. Perlindungan Kesehatan Kulit Remaja

Dari perspektif kesehatan, kulit remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan cenderung sensitif. Paparan bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik atau skincare dewasa secara terus-menerus berisiko memicu iritasi, jerawat, hingga kerusakan kulit jangka panjang. Meminimalkan penggunaan riasan berarti memberikan kesempatan bagi kulit untuk bernapas dan tumbuh secara alami tanpa beban zat kimia.


Larangan berdandan adalah bentuk kasih sayang institusi pendidikan untuk memastikan siswa tumbuh dalam lingkungan yang sehat, setara, dan fokus pada pengembangan diri. Kecantikan sejati seorang pelajar sejatinya terpancar dari kecerdasan berpikir dan keluhuran budi pekerti.

🥗✨ Makan Bergizi, Belajar Lebih Prestasi! ✨🥗

Kesehatan adalah modal utama dalam menuntut ilmu. Menyadari hal tersebut, SMP Negeri 19 mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya nyata mendukung tumbuh kembang siswa dan meningkatkan konsentrasi belajar di kelas.

Program ini bukan sekadar tentang mengisi perut, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan asupan yang tepat, diharapkan siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketajaman berpikir yang lebih baik untuk meraih prestasi tertinggi.

Menu Seimbang, Otak Cemerlang

Setiap porsi makanan yang disajikan telah dirancang untuk memenuhi standar gizi seimbang yang dibutuhkan anak usia sekolah. Para siswa dapat menikmati berbagai variasi menu yang meliputi:

  • Sayuran Segar: Sumber serat dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Lauk Protein: Ikan, ayam, atau telur yang penting untuk perkembangan otak dan otot.
  • Buah-buahan: Sumber vitamin alami agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.

Belajar itu butuh energi besar, dan energi terbaik datang dari gizi yang seimbang.

Mari kita sukseskan program ini dengan penuh semangat. Karena dengan makan bergizi, kita selangkah lebih dekat menuju prestasi!


#BADANGIZINASIONALRI #MAKANBERGIZIGRATIS #GENERASIEMAS2045 #GIZISEHATUNTUKINDONESIA #1TAHUNBGN #LOMBAFOTOGRAFIBGN