MPLS Ramah SMP Negeri 19 Malang 2026 Berjalan Sukses

Wujudkan Murid Berkarakter, Berprestasi, dan Peduli Lingkungan

Malang – SMP Negeri 19 Malang telah sukses menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai 14–18 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan penuh semangat.

Selama pelaksanaannya, murid-murid mengikuti berbagai kegiatan edukatif, inspiratif, dan menyenangkan yang dirancang untuk membantu mereka mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik. Melalui MPLS Ramah, SMP Negeri 19 Malang berkomitmen menciptakan pengalaman awal bersekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bermakna bagi seluruh murid.


Rangkaian Kegiatan MPLS (14–18 Juli 2026)

  • Hari Pertama: Murid-murid mengikuti upacara pembukaan, berkenalan dengan bapak dan ibu guru beserta tenaga kependidikan, serta membangun keakraban kelas. Murid juga diajak mengenal lingkungan sekolah melalui Wawasan Wiyata Mandala, serta memperoleh materi mengenai visi, misi, profil sekolah, tata tertib, dan pembentukan karakter sebagai Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini menjadi bekal awal agar murid merasa nyaman, mengenal budaya sekolah, serta bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 19 Malang.
  • Hari Kedua: Fokus pada pendidikan karakter melalui tema “Rukun Sama Teman”. Materi yang diberikan meliputi edukasi anti-perundungan, pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), etika bermedia sosial, pencegahan judi online, asesmen literasi dan numerasi, serta literasi digital. Tujuannya adalah membentuk murid yang saling menghargai, bertanggung jawab, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
  • Hari Ketiga: Pembelajaran tentang wawasan kebangsaan melalui materi penanggulangan bencana, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, serta pengenalan profil lulusan SMP Negeri 19 Malang. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap tangguh, cinta tanah air, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.
  • Hari Keempat: Difokuskan pada pengembangan potensi diri melalui materi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), komitmen pengembangan diri, serta Gerakan Indonesia ASRI dalam program Adiwiyata. Murid-murid diajak membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat, mencintai lingkungan, serta berpartisipasi aktif dalam mewujudkan sekolah yang hijau, nyaman, dan berbudaya lingkungan.
  • Hari Kelima: Puncak kegiatan ditandai dengan penampilan Duta CBP, unjuk karya, pentas bakat dan minat, demonstrasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler, serta penutupan resmi MPLS. Kegiatan ini menjadi wadah bagi murid-murid untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, rasa percaya diri, sekaligus mengenal berbagai pilihan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan bakat mereka.

Harapan dan Komitmen Bersama

Melalui rangkaian kegiatan MPLS Ramah ini, diharapkan murid-murid SMP Negeri 19 Malang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki karakter yang religius, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan kepemimpinan yang ditanamkan selama MPLS menjadi bekal penting bagi murid dalam menjalani proses pembelajaran dan meraih prestasi di sekolah.

“Selamat datang murid-murid SMP Negeri 19 Malang Tahun Pelajaran 2026/2027. Mari bersama-sama mewujudkan generasi yang berkarakter, berprestasi, berbudaya lingkungan, serta siap menjadi pelajar Pancasila yang membanggakan bangsa dan negara.”

Pemnulis / Editor: Dyah Eka Larasati

PETA JATI SMP Negeri 19 Malang Bekali Siswa Kelas VIII dan IX dengan Penguatan Karakter dan Pengenalan Jati Diri

PETA JATI SMP Negeri 19 Malang Bekali Siswa Kelas VIII dan IX dengan Penguatan Karakter dan Pengenalan Jati Diri

Malang, 23 Juli 2026, SMP Negeri 19 Malang menyelenggarakan kegiatan PETA JATI (Pelajar Remaja Bijak dan Berjati Diri) bagi siswa kelas VIII dan IX yang dimulai pada tanggal 13–17 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan karakter siswa yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif, reflektif, dan interaktif. Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta didik mengenali jati diri, memahami tata tertib sekolah, membangun hubungan positif, serta mengembangkan sikap bijak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bermedia sosial.

Kegiatan PETA JATI diawali pada Senin, 13 Juli 2026, dengan kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas VIII dan IX. Siswa mengawali kegiatan dengan doa pagi, presensi kehadiran, serta kegiatan membersihkan kelas. Selanjutnya, wali kelas dari jenjang sebelumnya membagikan rapor sekaligus menyampaikan informasi mengenai kelas baru pada jenjang berikutnya. Setelah berpindah ke kelas baru, siswa mengikuti kegiatan menulis dan mempresentasikan pengalaman selama liburan. Rangkaian kegiatan awal ini menjadi sarana bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan kelas baru sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antara teman maupun guru

Penguatan karakter berlanjut pada Selasa, 14 Juli 2026, yang diikuti oleh siswa kelas VIII. Kegiatan diawali dengan presensi kehadiran dan bounding bersama wali kelas. Selanjutnya, siswa mendapatkan pemaparan materi mengenai Tata Tertib Sekolah dan TPPK serta Pengenalan Jati Diri. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan karakter siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami tata tertib yang berlaku di sekolah serta mengenali jati diri sebagai bagian dari proses perkembangan diri. Setelah mengikuti pemaparan materi, siswa melakukan review dan menulis rangkuman sebagai bentuk penguatan pemahaman. Rangkaian kegiatan penguatan karakter yang serupa juga dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 bagi siswa kelas IX.

Pada Kamis, 16 Juli 2026, kegiatan PETA JATI kembali diikuti oleh siswa kelas VIII dengan tema yang lebih menekankan pada kecakapan siswa dalam menghadapi kehidupan di era digital. Siswa mendapatkan pemaparan materi tentang Bijak Bermedia Sosial. Materi ini menjadi bagian penting dalam penguatan karakter siswa agar mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, cerdas, dan bijaksana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan tradisional. Berbagai permainan seperti dakon, bola bekel, ular tangga, monopoli, kelereng, dan engklek menjadi sarana bagi siswa untuk membangun interaksi, kebersamaan, serta kerja sama. Kegiatan hari itu ditutup dengan refleksi diri. Siswa diminta menggambarkan benda, hewan, atau tumbuhan yang dianggap dapat mewakili dirinya sendiri serta memberikan alasan atas pilihan tersebut. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenali karakter dan keunikan dirinya secara lebih mendalam. Rangkaian kegiatan yang sama dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, bagi siswa kelas IX.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan PETA JATI SMP Negeri 19 Malang berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, memahami aturan dan tanggung jawab sebagai pelajar, mengenali jati diri, membangun interaksi positif, serta meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media sosial. Kegiatan yang memadukan pembelajaran, refleksi, interaksi, dan permainan tersebut diharapkan dapat membantu siswa kelas VIII dan IX tumbuh menjadi pelajar yang bijak, bertanggung jawab, mampu mengenali potensi diri, serta memiliki karakter dan jati diri yang kuat. Kegiatan PETA JATI dilaksanakan dengan pendampingan wali kelas dan para pendidik SMP Negeri 19 Malang sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung penguatan karakter dan perkembangan positif peserta didik.

                                                                                                  - Febrianti -
SOSIALISASI MPLS RAMAH 2026

Senin, 13 Juli 2026

Sosialisasi MPLS diawali dengan sambutan ibu kepalasekolah, Any Setijowati, S.Pd. Dilanjutkan dengan pemaparan informasi dari Waka Bidang Kesiswaan Bu Rany Alviana tentang MPLS ramah dan program sekolah secara umum. Murid laki-laki berada di masjid bawah bersama orang tua dan murid perempuan berada di masjid atas juga bersama orang tua masing-masing. Sosialisasi ini juga dihadiri olehkomite sekolah Antara lain P. Nanang sebagai Ketua Komite, beserta anggotanya yaitu Bu Tri, dan Bu Ratih. Sosialisasi dimulai pukul 07.20 (WIB) dan berakhir 09.20 (WIB).

Dalam sosialisasi ini, Ibu Kepala sekolah menghimbau orang tua agar percaya kepada sekolah saat jam sekolah dan tentu saja membutuhkan kolaborasi antara pihak orang tua dan sekolah. Adapun sebagai rasa syukur karena diterima di sekolah,  harus ada wujudnya yaitu mau mendukung dan menyukseskan seluruh program sekolah yang muaranya adalah memberikan pengalaman bermakna kepada murid. Namun, sekolah berkomitmen akan memberikan layanan terbaik dan tidak akan memberatkan orang tua.

Orang tua juga diminta persetujuan dan komitmen untuk membantu membiasakan anaknya  sholat berjamaah, karena selama ini tidaklah mudah untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan murid. Sekolah juga sudah mempunyai banyak fasilitas yang sudah mumpuni. Antara lain, dengan adanya CCTV yang diadakan untuk memastikan murid nyaman di kelas dan terbebas dari tindak bullying.

Prinsip pendidikan adalah sinergi antara orang’ tua dan masyarakat. Untuk sekarang ini gadget sangat memengaruhi kepribadian murid. Jadi, orang tua dihimbau untuk waspadadan selalu memeriksa Hp putra-putrinya. Sekolah juga memastikan bahwa orang tua merelakan dan mengiklankan bila HP murid juga tak luput dari razia, selain  kelengkapan dan penampilan seragam mereka.