161 Siswa Kelas 9 SMPN 19 Malang Sukses Jalani TKA Hari Pertama

Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Malang berlangsung lancar dan tanpa kendala apapun. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti oleh 161 siswa kelas 9 dengan suasana yang sangat kondusif.

Kepala Sekolah SMPN 19 Malang Any Setijowati S.Pd  menyatakan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Malang Any Setijowati S.Pd saat memberikan pengarahan kepada siswa kelas 9 sebelum pelaksanaan TKA (Istimewa) “Alhamdulillah, kegiatan TKA hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala,” jelasnya kepada wartawan Malang Inspirasi.

Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyukseskan kegiatan ini. Persiapan tersebut antara lain menginstruksikan siswa untuk datang lebih awal, menyiapkan sarana dan prasarana berupa komputer, laptop, kamera, headset, serta menyiapkan berkas administrasi seperti daftar hadir peserta dan kartu login. “Para siswa datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Mereka juga mematuhi semua aturan yang ada, sehingga suasana tes sangat kondusif dan tertib,” tambahnya.

Dari 161 siswa yang mengikuti TKA hari pertama di SMP yang terletak di Jl. Belitung No. 1, Kec. Klojen itu tidak dilaporkan adanya kendala teknis maupun non-teknis selama pelaksanaan tes. Sementara itu, untuk hari kedua TKA yang akan digelar besok, yakni Selasa, 7 April 2026, fokus utama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Any mengarahkan siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih soal-soal Bahasa Indonesia. “Tidak ada perbedaan signifikan dalam persiapan maupun tantangan antara hari pertama dengan hari kedua. Kami hanya mengingatkan siswa untuk tetap fokus dan tenang saat mengerjakan tes besok,” jelasnya. Hasil dari TKA ini nantinya akan dimanfaatkan sekolah untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang. “Dengan demikian,  kualitas pendidikan di SMP Negeri 19 Malang dapat terus meningkat,” pungkasnya.


Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/pendidikan/24262/161-siswa-kelas-9-smpn-19-malang-sukses-jalani-tka-hari-pertama/

Larangan Berdandan Berlebihan di Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan institusi formal yang didesain untuk mengasah intelektualitas dan karakter. Belakangan, diskursus mengenai batasan bersolek atau berdandan bagi siswa kembali mencuat. Kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan kosmetik berlebihan bukan semata-mata aturan kaku, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjaga marwah pendidikan.

Berikut adalah beberapa alasan fundamental mengapa sekolah menerapkan larangan berdandan bagi para siswa:

1. Menjaga Fokus Utama pada Pembelajaran

Tujuan utama siswa datang ke sekolah adalah untuk menuntut ilmu. Penggunaan riasan yang berlebihan dikhawatirkan dapat mendistorsi fokus siswa. Alih-alih berkonsentrasi pada materi pelajaran, perhatian siswa berisiko teralihkan pada upaya mempertahankan penampilan fisik sepanjang hari. Dengan tampilan yang natural, energi siswa dapat tercurah sepenuhnya pada aktivitas akademik dan eksplorasi minat bakat.

2. Sekolah Bukan Panggung Fashion Show

Sekolah harus dipandang sebagai ruang publik yang profesional dan akademis, bukan panggung peragaan busana (fashion show). Estetika di sekolah diatur sedemikian rupa melalui seragam untuk menciptakan atmosfer yang seragam dan kondusif bagi semua kalangan. Penggunaan riasan mencolok hanya akan mengaburkan batas antara ruang bermain, ruang pesta, dan ruang belajar.

3. Prioritaskan Attitude dan Prestasi di Atas Fisik

SMP Negeri 19 Malang menanamkan nilai bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh polesan wajah, melainkan oleh perilaku (attitude) dan capaian prestasi. Dengan membatasi penggunaan make-up, siswa didorong untuk lebih percaya diri dengan kemampuan intelektual dan kebaikan budi pekerti mereka, sehingga tercipta fondasi mental yang kuat dalam menghadapi masa depan.

4. Membentuk Kedisiplinan Sejak Dini

Kepatuhan terhadap tata tertib berpakaian dan berdandan adalah latihan nyata dalam membentuk kepribadian yang disiplin. Mengikuti standar estetika sekolah melatih siswa untuk menghargai aturan dan memahami konteks tempat mereka berada. Kedisiplinan ini merupakan aset berharga yang akan sangat berguna saat mereka memasuki dunia kerja profesional nantinya.

5. Menciptakan Kesetaraan dan Gaya Hidup Sederhana

Salah satu misi besar sekolah adalah menghapus sekat sosial-ekonomi. Larangan berdandan mendukung penerapan gaya hidup sederhana dan kesetaraan. Tanpa tuntutan untuk tampil dengan produk kecantikan tertentu, tidak akan ada kompetisi penampilan yang memicu rasa rendah diri bagi siswa dari keluarga sederhana. Mengenakan pakaian rapi sewajarnya mencerminkan martabat seorang pelajar yang rendah hati.

6. Perlindungan Kesehatan Kulit Remaja

Dari perspektif kesehatan, kulit remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan cenderung sensitif. Paparan bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik atau skincare dewasa secara terus-menerus berisiko memicu iritasi, jerawat, hingga kerusakan kulit jangka panjang. Meminimalkan penggunaan riasan berarti memberikan kesempatan bagi kulit untuk bernapas dan tumbuh secara alami tanpa beban zat kimia.


Larangan berdandan adalah bentuk kasih sayang institusi pendidikan untuk memastikan siswa tumbuh dalam lingkungan yang sehat, setara, dan fokus pada pengembangan diri. Kecantikan sejati seorang pelajar sejatinya terpancar dari kecerdasan berpikir dan keluhuran budi pekerti.

Juara pertama di Kejuaraan Renang Pangdivif Kostrad Cup Tahun 2025

💥 Kerja keras, latihan rutin, dan semangat juang — semua terbayar tuntas!

Ananda Naomi dan Arossy sukses menyabet gelar juara pertama di Kejuaraan Renang Pangdivif Kostrad Cup Tahun 2025

Terus kobarkan semangat kompetisi dan raih prestasi berikutnya! 🏊‍♂️🔥

#JuaraRenang#SemangatBerprestasi#SMPN19Malang

HUT Pramuka ke-64 SMPN 19 Malang

Dalam rangka HUT Pramuka ke-64, Gudep 01221–01222 Pangkalan SMPN 19 Malang mengadakan Perkemahan Jum’at–Sabtu (PERJUSA) yang penuh dengan keceriaan, tantangan, dan kebersamaan. Mulai dari kegiatan baris-berbaris, jelajah alam, api unggun, hingga upacara peringatan HUT Pramuka – semua kami jalani dengan semangat satya dan darma.

✨ Momen Seru yang Terekam di Video Ini: • Kegiatan lapangan yang melatih kerjasama dan kepemimpinan • Api unggun penuh yel-yel dan penampilan kreatif • Upacara khidmat memperingati HUT Pramuka ke-64 • Kebersamaan yang mempererat persaudaraan antar anggota

📌 Tema HUT Pramuka 2025: “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”

📢 Motto: “Sambut Generasi Emas Bersama Pramuka” Mari terus kobarkan jiwa Pramuka, siap siaga membangun bangsa! 🇮🇩

#Pramuka#HUTPramuka64#PERJUSA#Gudep01221#Gudep01222#SMPN19Malang#GenerasiEmas#KetahananBangsa#SetiaKawan#SiapSedia