Kota Malang kembali menegaskan eksistensinya sebagai barometer pendidikan dan kreativitas di Jawa Timur. Tepat pada tanggal 29 April 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang resmi menggelar perhelatan bergengsi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat kota. Bertempat di SMP Negeri 19 Malang, acara ini menjadi magnet bagi ratusan talenta muda berbakat dari berbagai penjuru kota.
Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM
Lebih dari Sekadar Kompetisi: Ruang Tumbuh Karakter FLS3N bukan sekadar agenda tahunan di atas kertas. Kegiatan ini adalah manifestasi nyata dalam memupuk potensi, bakat, dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan budaya. Di tengah gempuran era digital, ajang ini hadir sebagai penyeimbang untuk memperkuat karakter generasi muda melalui aktivitas yang edukatif dan kompetitif.
Melalui panggung FLS3N, para siswa didorong untuk:
Mengekspresikan diri secara positif dan percaya diri.
Mengasah sensitivitas estetika terhadap nilai-nilai budaya lokal dan nasional.
Membangun sportivitas dalam atmosfer kompetisi yang sehat.
Ragam Cabang Lomba yang Memukau Tahun ini, FLS3N menyuguhkan berbagai cabang lomba yang dirancang untuk mengakomodasi keberagaman spektrum seni. Setiap sudut SMP Negeri 19 Malang dipenuhi dengan energi kreatif dari para peserta yang bertanding di kategori:
Seni Suara: Menyanyi Solo.
Seni Visual & Sastra: Ilustrasi, Mendongeng, dan Menulis Cerita.
Seni Pertunjukan: Pantomim dan Ansambel Musik.
Seni Tradisi: Kreasi Musik Tradisi dan Kreasi Tari Tradisi.
Setiap cabang lomba ini bukan hanya menguji teknis, tetapi juga menantang peserta untuk berpikir inovatif dalam membawakan karya yang autentik.
Pesan Kadisdikbud: Profesionalitas dan Keberlanjutan Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa FLS3N adalah bagian dari perjalanan panjang seorang pemenang.
“Ajang ini bukan sekadar adu bakat sesaat. Ini adalah proses pengembangan talenta yang berkelanjutan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Saya juga berpesan kepada para juri agar menjalankan tugas dengan profesionalitas tinggi demi menjaga kualitas kompetisi ini,” tegas Suwarjana.
Apresiasi tinggi juga datang dari para pengunjung dan pemerhati pendidikan. Sinergi antara Dinas Pendidikan dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni Budaya Kota Malang dinilai sangat sukses. Pengemasan acara yang rapi, tepat waktu, dan atmosfer yang suportif menunjukkan kelas Kota Malang dalam menyelenggarakan event skala besar.
SMPN 19 Malang: Tuan Rumah yang Hangat dan Semarak Sebagai pusat pelaksanaan, SMP Negeri 19 Malang berhasil menciptakan ekosistem berkesenian yang kental. Kepala SMPN 19 Malang, Any Setijowati, S.Pd, tampak hadir memberikan dukungan penuh bagi seluruh peserta, khususnya bagi para pemenang yang telah memberikan performa terbaik mereka.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Dukungan maksimal kami berikan agar iklim berkesenian di sekolah ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya,” ujar Any Setijowati.
Dengan berakhirnya FLS3N 2026 tingkat kota ini, diharapkan tunas-tunas seniman dari Kota Malang mampu berbicara banyak di tingkat provinsi hingga nasional. Malang telah membuktikan bahwa seni adalah bahasa universal untuk membentuk generasi yang cerdas secara emosional dan berbudaya. (Afx)
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Malang Any Setijowati S,Pd. menyambut baik sekaligus mengapresiasi kunjungan Kapolsek Klojen Kompol Moch.Budiarto dan Bhabinkamtibmas Kel.Kasin Aiptu Danang ke SMP Negeri 19 Malang Senin, (27/4/2026). “Harapannya kunjungan seperti ini dilakukan secara berkala sebagai bentuk kerjasama dan dukungan dalam pendidikan di sekolah melalui pembinaan dan motivasi,” ujarnya kepada wartawan Malang Inspirasi. Wanita yang akrab dipanggil bu Any ini juga berharap agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman serta kondusif di SMPN 19 Malang. “Melalui sambang dan silaturahmi ini, kami harapkan murid mematuhi tata tertib yang berlaku baik di sekolah maupun di masyarakat demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Infografis kunjungan Kapolsek Klojen ke SMPN 19 Malang, Senin 27 April 2026
Kunjungan rutin ini merupakan bagian dari instruksi Kapolresta Malang Kota untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan. Selain itu, silaturahmi ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Kunjungan Kapolsek Klojen ini juga membahas pentingnya kerja sama sekolah dan aparat keamanan untuk mendukung proses pendidikan berkualitas. Kompol Budiarto berharap sekolah menjadi benteng moral serta karakter kuat untuk para siswa di era digital yang serba modern saat ini. Dengan pendekatan edukatif dan humanis, Polsek Klojen terus berkomitmen hadir di tengah generasi muda untuk membangun sinergi positif antara keamanan, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri (SMPN) 19 Kota Malang berlangsung lancar dan tanpa kendala apapun. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti oleh 161 siswa kelas 9 dengan suasana yang sangat kondusif.
Kepala Sekolah SMPN 19 Malang Any Setijowati S.Pd menyatakan bahwa pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Malang Any Setijowati S.Pd saat memberikan pengarahan kepada siswa kelas 9 sebelum pelaksanaan TKA (Istimewa) “Alhamdulillah, kegiatan TKA hari ini berjalan lancar tanpa ada kendala,” jelasnya kepada wartawan Malang Inspirasi.
Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyukseskan kegiatan ini. Persiapan tersebut antara lain menginstruksikan siswa untuk datang lebih awal, menyiapkan sarana dan prasarana berupa komputer, laptop, kamera, headset, serta menyiapkan berkas administrasi seperti daftar hadir peserta dan kartu login. “Para siswa datang lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Mereka juga mematuhi semua aturan yang ada, sehingga suasana tes sangat kondusif dan tertib,” tambahnya.
Dari 161 siswa yang mengikuti TKA hari pertama di SMP yang terletak di Jl. Belitung No. 1, Kec. Klojen itu tidak dilaporkan adanya kendala teknis maupun non-teknis selama pelaksanaan tes. Sementara itu, untuk hari kedua TKA yang akan digelar besok, yakni Selasa, 7 April 2026, fokus utama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Any mengarahkan siswa untuk mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih soal-soal Bahasa Indonesia. “Tidak ada perbedaan signifikan dalam persiapan maupun tantangan antara hari pertama dengan hari kedua. Kami hanya mengingatkan siswa untuk tetap fokus dan tenang saat mengerjakan tes besok,” jelasnya. Hasil dari TKA ini nantinya akan dimanfaatkan sekolah untuk perbaikan pembelajaran di masa mendatang. “Dengan demikian, kualitas pendidikan di SMP Negeri 19 Malang dapat terus meningkat,” pungkasnya.