Sekolah merupakan institusi formal yang didesain untuk mengasah intelektualitas dan karakter. Belakangan, diskursus mengenai batasan bersolek atau berdandan bagi siswa kembali mencuat. Kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan kosmetik berlebihan bukan semata-mata aturan kaku, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjaga marwah pendidikan.
Berikut adalah beberapa alasan fundamental mengapa sekolah menerapkan larangan berdandan bagi para siswa:
1. Menjaga Fokus Utama pada Pembelajaran
Tujuan utama siswa datang ke sekolah adalah untuk menuntut ilmu. Penggunaan riasan yang berlebihan dikhawatirkan dapat mendistorsi fokus siswa. Alih-alih berkonsentrasi pada materi pelajaran, perhatian siswa berisiko teralihkan pada upaya mempertahankan penampilan fisik sepanjang hari. Dengan tampilan yang natural, energi siswa dapat tercurah sepenuhnya pada aktivitas akademik dan eksplorasi minat bakat.
2. Sekolah Bukan Panggung Fashion Show
Sekolah harus dipandang sebagai ruang publik yang profesional dan akademis, bukan panggung peragaan busana (fashion show). Estetika di sekolah diatur sedemikian rupa melalui seragam untuk menciptakan atmosfer yang seragam dan kondusif bagi semua kalangan. Penggunaan riasan mencolok hanya akan mengaburkan batas antara ruang bermain, ruang pesta, dan ruang belajar.
3. Prioritaskan Attitude dan Prestasi di Atas Fisik
SMP Negeri 19 Malang menanamkan nilai bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh polesan wajah, melainkan oleh perilaku (attitude) dan capaian prestasi. Dengan membatasi penggunaan make-up, siswa didorong untuk lebih percaya diri dengan kemampuan intelektual dan kebaikan budi pekerti mereka, sehingga tercipta fondasi mental yang kuat dalam menghadapi masa depan.
4. Membentuk Kedisiplinan Sejak Dini
Kepatuhan terhadap tata tertib berpakaian dan berdandan adalah latihan nyata dalam membentuk kepribadian yang disiplin. Mengikuti standar estetika sekolah melatih siswa untuk menghargai aturan dan memahami konteks tempat mereka berada. Kedisiplinan ini merupakan aset berharga yang akan sangat berguna saat mereka memasuki dunia kerja profesional nantinya.
5. Menciptakan Kesetaraan dan Gaya Hidup Sederhana
Salah satu misi besar sekolah adalah menghapus sekat sosial-ekonomi. Larangan berdandan mendukung penerapan gaya hidup sederhana dan kesetaraan. Tanpa tuntutan untuk tampil dengan produk kecantikan tertentu, tidak akan ada kompetisi penampilan yang memicu rasa rendah diri bagi siswa dari keluarga sederhana. Mengenakan pakaian rapi sewajarnya mencerminkan martabat seorang pelajar yang rendah hati.
6. Perlindungan Kesehatan Kulit Remaja
Dari perspektif kesehatan, kulit remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan cenderung sensitif. Paparan bahan kimia yang terkandung dalam produk kosmetik atau skincare dewasa secara terus-menerus berisiko memicu iritasi, jerawat, hingga kerusakan kulit jangka panjang. Meminimalkan penggunaan riasan berarti memberikan kesempatan bagi kulit untuk bernapas dan tumbuh secara alami tanpa beban zat kimia.
Larangan berdandan adalah bentuk kasih sayang institusi pendidikan untuk memastikan siswa tumbuh dalam lingkungan yang sehat, setara, dan fokus pada pengembangan diri. Kecantikan sejati seorang pelajar sejatinya terpancar dari kecerdasan berpikir dan keluhuran budi pekerti.
Kesehatan adalah modal utama dalam menuntut ilmu. Menyadari hal tersebut, SMP Negeri 19 mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya nyata mendukung tumbuh kembang siswa dan meningkatkan konsentrasi belajar di kelas.
Program ini bukan sekadar tentang mengisi perut, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan asupan yang tepat, diharapkan siswa tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketajaman berpikir yang lebih baik untuk meraih prestasi tertinggi.
Menu Seimbang, Otak Cemerlang
Setiap porsi makanan yang disajikan telah dirancang untuk memenuhi standar gizi seimbang yang dibutuhkan anak usia sekolah. Para siswa dapat menikmati berbagai variasi menu yang meliputi:
Sayuran Segar: Sumber serat dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh.
Lauk Protein: Ikan, ayam, atau telur yang penting untuk perkembangan otak dan otot.
Buah-buahan: Sumber vitamin alami agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Belajar itu butuh energi besar, dan energi terbaik datang dari gizi yang seimbang.
Mari kita sukseskan program ini dengan penuh semangat. Karena dengan makan bergizi, kita selangkah lebih dekat menuju prestasi!
Luar biasa! Songolas FC berhasil mendapatkan Juara 1 dalam perlombaan Futsal Semarak Muhiswara 2025. Perlombaan ini diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 1 Malang.