SAHABAT Eco Enzyme : Sisa Alam Hasilkan Bahan Ajaib Tanpa Sampah
Sungai seringkali menjadi muara akhir dari limbahdomestik yang menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem. Sebuah solusi sederhananamun bertenaga muncul dari dapur kita: Eco-Enzyme. Cairan fermentasi limbah organik ini kini menjadi senjata utama komunitas peduli lingkungan dalam upaya pemulihan air sungai secara alami. Eco-enzyme kaya akan enzim amilase, protease, danlipase yang bekerja menguraikan polutan organik di air. Selain itu, cairan ini melepaskan gas Ozon(O3) yang mampu meningkatkan kadar oksigenterlarut (DO) dalam air, sehingga membantu kehidupan akuatik bernapas kembali.
Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 19 Malang juga turut memberikan kontribusi untuk menjaga lingkungan sekitar yang secara geografis berdekatandengan Sungai Andalas. Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini juga tak luput dari kegiatan yang berbudaya lingkungan dengan pembuatan eco enzyme saat program kokurikuler Bulan Oktober 2025 lalu. Aksi nyata ini membuktikan bahwa penyelamatan lingkungan tidakselalu membutuhkan teknologi mahal. Dengan memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran yang difermentasi selama 90 hari, setiap individu dapat berkontribusi langsung untuk melestarikan lingkungan. Eco enzyme adalah cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik dapur (kulit buah/sayur), gula, dan air yang bermanfaat sebagai pembersih rumah tangga alami (pel, cuci piring), pupuk organik tanaman, pengusir serangga, pemurni udara, serta pembunuh bakteri, sehingga membantu mengurangi sampah organik dan polusi lingkungan . Kali ini SMP Negeri 19 Malang melakukan aksi nyata dalam memanfaatkan eco enzyme untuk ditebarkan di Sungai Andalas dalam kegiatan yang bertema “Healing The River with Eco Enzime a green initiative by SMPN 19 Malang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan Maret sebagai Peringatan Hari Air sedunia.
Satu liter eco-enzyme mampu memberikan dampakpada ribuan liter air sungai dengan menetralisasi bau busuk yang berasal dari Gas amonia dan sulfur secara cepat
Penebaran eco-enzyme bukan sekadar ritual simbolis, melainkan langkah teknis dengan dampak nyata. Selain itu manfaat yang didapat adalah Penjernihan Air. Bakteri pengurai dalam eco-enzyme membantu mengendapkan sedimen dan menjernihkan air yang keruh. Manfaat berikutnya adalah Restorasi Ekosistem. Dengan air yang lebih bersih, mikroorganisme baik dan ikan lokal memiliki kesempatan untuk berkembang biak kembali. Kegiatan berbudaya lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan warga sekitar. Murid kela 7 dan 8 yang tergabung dalam Kader Lingkungan menjadi ujung tombak untuk pelaksanaan kegiatan ini. Koordinator Adiwiyata, Hartutik Nurul menyatakan bahwa kegiatanbisa dilaksanakan secara berkala. “Kami memiliki eco enzim yang melimpah, jadi bisa dilaksanakan sesuai ketentuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai” ujarnya.
Menebar eco-enzyme di sungai adalah bentuk gotongroyong ekologis. Ini adalah pengingat bahwa apa yang berasal dari alam harus kembali ke alam dalam bentuk yang bermanfaat, bukan sebagai beban limbah.

