Songolas Berbagi Takjil

Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan “Songolas Berbagi Takjil” yang dilaksanakan oleh OSIS dan BDI SMPN 19 Malang pada sore hari kemarin.

Sejak pagi hari, para siswa sudah mulai berkumpul di sekolah untuk menata dan menyiapkan paket-paket takjil. Takjil yang dibagikan merupakan hasil partisipasi dari seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Satu per satu paket disusun dengan rapi sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

Menjelang waktu berbuka puasa, para siswa kemudian menuju area sekitar RSI Malang, yang masih berada dalam satu kompleks dengan SMPN 19 Malang. Di lokasi tersebut, mereka membagikan paket takjil kepada masyarakat dan para pengendara yang melintas. Ada sekitar 1.300 pcs paket takjil yang dibagikan.

Dengan penuh semangat dan senyum ramah, para siswa menyapa masyarakat sambil menyerahkan takjil sebagai teman berbuka puasa. Banyak pengendara yang tampak terkejut sekaligus senang menerima paket takjil tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para siswa.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara sederhana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa. Melalui kegiatan berbagi, para siswa belajar bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak kebaikan kepada sesama.

“Songolas Berbagi Takjil” diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di SMPN 19 Malang. Dengan semangat kebersamaan seluruh warga sekolah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa berbagi kebaikan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. (Rum.)

Pondok Ramadhan 1447 H

Bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer berbeda dalam perjalanankehidupan kita. Tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum emas untuk mempertebal spiritualitas. Kali ini, Badan Dakwah Islam SMP Negeri 19Malang kembali menggelar kegiatan tahunan yang paling dinanti: Pondok Ramadan Tahun 2026/1447 H.. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanandan ketaqwaan kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan dan masa-masa yang akan datang. Murid dibekali dengan nilai moral yang nyata mencakup pengetahuan(kognitif), penyikapan (Afektif) dan pengamalan (Psykomotorik), sehingga mampumengantarkan mereka menjadi warga negara yang baik, berintegritas, dan memilikiloyalitas  nasional .

​Pondok Ramadan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 23 hingga25 Februari 2026 yang terbagi dari dua kegiatan berbeda, yaitu Ramadhan pagi dansore secara bergiliran. Ramadhan pagi diikuti oleh dua jenjang angkatan kelas dengankegiatan membahas dan mempelajari buku panduan Ramadhan sampai tibanya waktusholat Dhuhur berjamaah. Ramadhan sore diikuti oleh satu jenjang angkatan kelasmulai setelah Sholat Asar, tadarus Al-Qur;an dan bersholawat hingga sholat Tarawihberjamaah, Ramadhan sore diawali oleh kelas 9 dan diakhiri oleh kelas 7 di hari ketiga.  

Kegiatan Pondok Ramadan ini terlaksana dengan baik berkat dukungan danbantuan dari seluruh warga sekolah termasuk pihak komite dan paguyuban kelas. Bahkan untuk acara kegiatan buka bersama di kelas, seluruhnya diserahkan kepadaperwakilan orang tua tersebut. Komite sekaligus wakil paguyuban kelas 9 Dewi Ratihmengungkapkan, akan selalu memberi dukungan positif terhadap kegiatan sekolah, apalagi yang berhubungan dengan pembentukkan karakter murid. “Alhamdulillah walimurid gercep untuk saling mendukung penyelenggaraan Pondok Ramadan ini, padahalsebelumnya adalah libur awal Ramadan dan kita hanya berkomunikasi secara virtual,” ujarnya. 

Kali ini ada yang berbeda. Buku Panduan Pondok Ramadan yang tersusun rapidan bermakna berasal dari Tim MGMP PAI, sehingga serentak seluruh SMP di Kota Malang menggunakan buku panduan yang sama. Isinya cukup beragam, mempelajariAl-Qur’an, sholat, dan puasa dari sisi yang berbeda dan kekinian. Disadur denganBahasa yang mengena, sesuai, dan mudah dipahami oleh murid yang notabene gen Z .Adapun tema berikutnya yaitu menjadi versi terbaik diri dan mengendalikan toxic dalamdiri yang menarik untuk dibahas mengingat pengaruh media social yang  membutuhkanfilter dari banjirnya informasi baik positif maupun negative. Seluruh murid denganantusias mengikuti pelaksanaan Pondok Ramadan tahun ini. Kegiatan berjalan denganaman dan tertib walaupun sempat diguyur hujan di awal pelaksanaan.

Lebih dari sekadar rutinitas, Pondok Ramadan adalah wadah refleksi diri. Melaluirasa lapar dan haus, kita diajarkan untuk lebih bersyukur atas nikmat Allah danmenumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama yang kurang beruntung. Kegiatan inidiharapkan mampu membentuk murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapijuga memiliki ketangguhan iman dalam menghadapi tantangan zaman. PondokRamadan mungkin hanya berlangsung beberapa hari, namun semangatnya harus tetapmenyala sepanjang tahun. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadipribadi dengan versi terbaik agar dapat menjalani hidup yang lebih tenang dan bahagiasesuai petunjuk dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

SAHABAT Eco Enzyme : Sisa Alam Hasilkan Bahan Ajaib Tanpa Sampah

Sungai seringkali menjadi muara akhir dari limbahdomestik yang menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem. Sebuah solusi sederhananamun bertenaga muncul dari dapur kita: Eco-Enzyme. Cairan fermentasi limbah organik ini kini menjadi senjata utama komunitas peduli lingkungan dalam upaya pemulihan air sungai secara alami. Eco-enzyme kaya akan enzim amilase, protease, danlipase yang bekerja menguraikan polutan organik di air. Selain itu, cairan ini melepaskan gas Ozon(O3) yang mampu meningkatkan kadar oksigenterlarut (DO) dalam air, sehingga membantu kehidupan akuatik bernapas kembali.

Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 19 Malang juga turut memberikan kontribusi untuk menjaga lingkungan sekitar yang secara geografis berdekatandengan Sungai Andalas. Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah ini juga tak luput dari kegiatan yang berbudaya lingkungan dengan pembuatan eco enzyme saat program kokurikuler Bulan Oktober 2025 lalu. Aksi nyata ini membuktikan bahwa penyelamatan lingkungan tidakselalu membutuhkan teknologi mahal. Dengan memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran yang difermentasi selama 90 hari, setiap individu dapat berkontribusi langsung untuk melestarikan lingkungan. Eco enzyme adalah cairan multifungsi hasil fermentasi limbah organik dapur (kulit buah/sayur), gula, dan air yang bermanfaat sebagai pembersih rumah tangga alami (pel, cuci piring), pupuk organik tanaman, pengusir serangga, pemurni udara, serta pembunuh bakteri, sehingga membantu mengurangi sampah organik dan polusi lingkungan . Kali ini SMP Negeri 19 Malang melakukan aksi nyata dalam memanfaatkan eco enzyme untuk ditebarkan di Sungai Andalas dalam kegiatan yang bertema “Healing The River with Eco Enzime a green initiative by SMPN 19 Malang”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026 bertepatan dengan Bulan Maret sebagai Peringatan Hari Air sedunia.

Satu liter eco-enzyme mampu memberikan dampakpada ribuan liter air sungai dengan menetralisasi bau busuk yang berasal dari Gas amonia dan sulfur secara cepat

Penebaran eco-enzyme bukan sekadar ritual simbolis, melainkan langkah teknis dengan dampak nyata. Selain itu manfaat yang didapat adalah Penjernihan Air. Bakteri pengurai dalam eco-enzyme membantu mengendapkan sedimen dan menjernihkan air yang keruh. Manfaat berikutnya adalah Restorasi Ekosistem. Dengan air yang lebih bersih, mikroorganisme baik dan ikan lokal memiliki kesempatan untuk berkembang biak kembali. Kegiatan berbudaya lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari komite sekolah dan warga sekitar. Murid kela 7 dan 8 yang tergabung dalam Kader Lingkungan menjadi ujung tombak untuk pelaksanaan kegiatan ini. Koordinator Adiwiyata, Hartutik Nurul menyatakan bahwa kegiatanbisa dilaksanakan secara berkala. “Kami memiliki eco enzim yang melimpah, jadi bisa dilaksanakan sesuai ketentuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai” ujarnya. 

Menebar eco-enzyme di sungai adalah bentuk gotongroyong ekologis. Ini adalah pengingat bahwa apa yang berasal dari alam harus kembali ke alam dalam bentuk yang bermanfaat, bukan sebagai beban limbah.